Minggu, 10 April 2011

Makalah Psikologi Pendidikan

URAIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan, yaitu :
A.    Faktor Internal (Faktor dari dalam siswa), yaitu keadaan atau kondisi Jasmani dan Rohani.
B.     Faktor Eksternal (Faktor dari luar siswa), yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa.
C.     Faktor Pendekatan belajar yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
Faktor-faktor diatas dalam banyak hal sering saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain, seorang siswa yang bersifat conserving terhadap ilmu pengetahuan atau bermotif Eksterinsik (Faktor Eksternal) umpamanya, biasanya cenderung mengambil pendekatan belajar yang sederhana dan tidak mendalam. Sebaliknya, seorang siswa yang berintelegensi tinggi (Faktor Internal) dan mendapat dorongan positif dari orang tuanya (Faktor Eksternal) mungkin akan memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas hasil pembelajaran. Jadi karena pengaruh faktor-faktor tersebut, muncul siswa-siswa yang berprestasi tinggi dan berprestasi rendah atau gagal sama sekali. Dalam hal ini, seorang guru yang komponten dan profesional diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya kelompok siswa yang menunjukan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor penghambat proses belajar mereka.
Dan perhatian orang tua juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, hal ini tentunya dipengaruhi oleh kondisi rumah dan keharmonisan keluarga, dengan adanya perhatian orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan juga dibutuhkan oleh orang tuanya.






URAIAN TEORI / FAKTA TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

A.    Faktor Internal Siswa
Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi dua aspek yaitu :
1.      Faktor Fisik (yang bersifat jasmani)
Faktor Fisik ini bisa kita kelompokan menjadi beberapa kelompok antara lain faktor kesehatan. Umpamanya anak yang kurang sehat atau kurang gizi, daya tangkap dan kemampuan belajarnya akan kurang di bandingkan dengan anak yang sehat.
Selain faktor kesehatan, ada faktor lain yang penting yaitu cacat-cacat yang dibawah sejak anak berada dalam kandungan, keadan cacat ini juga bisa menghabat keberhasilan seseorang misalnya orang tersebut bisu, tuli sejak lahir, dan geger otak karena jatuh. Keadaan seperti di atas dapat menjadi hambatan dalam perkembangan anak, sehingga anak menghadapi kesulitan untuk bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Misalnya, anak yang tidak bisa menangkap pelajaran, terutama anak yang duduk disekolah dasar, kadang-kadang bukan karena tidak mampu, tetapi setelah diadakan pemeriksaan terhadap anak ini, ternyata ia kurang baik pendengarannya, dan mengakibatkan anak tersebut kurang lancar dalam berbicara karena daya pendengarannya kurang.
Untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah pendengaran dan penglihatan, pihak guru bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memperoleh bantuan pemeriksaan rutin dari dinas-dinas kesehatan setempat.
2.   Faktor Psikis {psikologis}
Faktor Psikologis yang dapat  mempengaruhi  kuantitas dan kualitas perolehan     penbelajaran siswa umum di antara faktor-faktor Rohania siswa yang pada umumnya di pandang lebih pada saat ini adalah faktor-faktor berikut :
a.       Faktor Intelegensi atau Kemampuan
         Pada dasarnya manusia itu berada pada satu perbedaan itu adalah dalam hal kemampuan atau Intelegensi, kenyataan menunjukan, ada orang dikarunia kemampuan tinggi, sehingga mempelajari sesuatu, dan sebaliknya, ada orang yang kemampuannya kurang, sehingga mengalami kesulitan untuk mempelajari sesuatu, dengan demikian perbedaan dalam mempelajari Sesuatu disebabkan antara lain, oleh perbedaan pada taraf kemampuannya, kemampuan ini penting untuk mempelajari sesuatu.
b.    Faktor Perhatian dan Minat
         Bagi seorang anak, mempelajari suatu hal yang menarik perhatian akan lebih mudah diterima dari pada mempelajari hal yang tidak menarik perhatian. Dalam penyajian pelajaranpun, hal ini tidak bisa diabaikan, terutama anak kecil, anak-anak akan tertarik pada hal-hal yang baru dan menyenangkan.
c.   Faktor Bakat
         Adalah kemampuan potensi yang dimiliki untuk mencapai keberhasilan.
d.     Faktor Motivasi
         Motivasi adalah keadaan Internal Organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu, karena belajar merupakan suatu proses yang timbul dari dalam, Faktor Motivasi memegang peranan pula, kekurangan atau ketiadan Motivasi, baik yang bersifat Internal maupun yang bersifat Ekternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya anak dalam melakukan proses pembelajaran materi-materi pelajaran baik disekolah maupun dirumah.
e.    Faktor Kematangan
         Kematangan adalah Tingkat perkembangan pada Individu sehingga sudah berfungsi sebagai mana mestinya, dalam proses belajar, kematangan atau kesiapan ini sangat menentukan, oleh karena itu, setiap usaha belajar akan lebih berhasil bila dilakukan bersamaan, dengan tingkat kematangan Individu, kematangan ini erat sekali hubungannya dengan masalah minat dan kebutuhan anak.
f.    Faktor Kepribadian
         Faktor Kepribadian seseorang turut memegang peranan dalam belajar orang tua terkadang merupakan faktor ini, yaitu bahwa anak adalah mahluk kecil yang memiliki kepribadian sendiri, jadi faktor kepribadian anak mempengaruhi keadaan anak.


B.     Faktor Ekternal Siswa
            Seperti yang sudah dijelaskan Faktor Eksternal berasal dari luar anak, faktor Eksternal sebetulnya meliputi banyak hal, namun secara garis besar kita bisa membaginya dalam tiga faktor yaitu :
1.      Faktor Keluarga
   Menurut Pandangan Sosialogis, keluarga adalah lembaga sosial terkecil dari masyarakat, pengertian keluarga ini menunjukan bahwa keluarga merupakan bagian dari masyarakat, bagian ini menentukan keseluruhan, kesejahteraan keluarga analisis ini merupakan akibat logis dari pengertian keluarga sebagai bagian dari sesuatu yang besar.
   Keluarga merupakan kelompok Sosial, pertama-tama dalam kehidupan manusia tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia Sosial didalam hubungan Interaksi dengan kelompoknya, dalam keluarganya, yang Interaksi Sosialnya berdasarkan Simpati, seorang anak pertama-tama belajar memperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerjasama bantu-membantu, dengan kata lain anak belajar memegang peranan sebagai mahluk Sosial yang mempunyai Norma-norma dan kecakapan-kecakapan tertentu dalam pergaulannya dengan orang lain.
   Dalam hubungan dengan belajar, Faktor keluarga tentu saja mempunyai peranan penting, keadaan keluarga akan sangat menentukan berhasil tidaknya anak dalam menjalin proses belajarnya, ada keluarga miskin, ada pula yang kaya. Ada keluarga yang selalu diliputi suasana tentram dan damai, tetapi ada pula sebaiknya. Ada keluarga yang mempunyai cita-cita tinggi bagi anak-anaknya ada pula yang biasa-biasa saja, kondisi dan suasana keluarga yang bermacam-macam itu, dengan sendirinya turut menentukan bagaimana dan sampai dimana hakikat belajar dialami dan dicapai oleh anak-anak, termasuk dalam Faktor keluarga ini, tersedia tidaknya berbagai fasilitas yang diperlukan dalam menunjang proses belajar anak.
2.      Faktor Sekolah
   Faktor lingkungan Sosial sekolah seperti para guru, pegawai administrasi, dan teman-teman sekolah, dapat mempengaruhi semangat belajar seorang anak, para guru yang selalu menunjukan sikap dan prilaku yang simpatik serta memperlihatkan suri teladan yang baik dan rajin. Khususnya dalam hal belajar, misalnya rajin membaca dan rajin berdiskusi dapat menjadikan daya dorongan yang positif bagi kegiatan belajar anak. Bimbingan yang baik dan sistematis dari guru terhadap pelajar yang mendapat kesulitan-kesulitan dalam belajar, bisa membantu kesuksesan anak dalam belajar.
   Selain cara mengajar, Faktor hubungan antara guru dan murid juga ada pengaruhnya, hal ini dapat dengan jelas dilihat misalnya pada taman kanak-kanak, seorang anak yang dekat dan mengagumi sang guru akan lebih mudah mendengarkan dan menangkap pelajaran dibandingkan dengan anak yangh tidak senang terhadap gurunya, semua pelajaran merupakan hal yang memberatkan dan tidak menyenangkan bagi si anak.
   Faktor lain yang membantu kesungguhan belajar anak disekolah dalam faktor disiplin, sudah tentu anak-anak tidak akan serius dalam belajar, sehingga mutu pelajarannya akan menurun.
3.      Faktor Lingkungan lain
   Faktor yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang baik, memiliki Intelegensi yang baik, bersekolah disuatu sekolah yang keadaan guru-gurunya serta alat-alat pelajarannya baik, belum tentu pula menjamin anak belajar dengan baik. Masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Misalnya, karena jarak antara rumah dan sekolah itu terlalu jauh, sehingga memerlukan kendaraan untuk keperluan perjalanan yang relatif cukup lama, dan ini dapat melelahkan anak yang bisa berakibat pada proses dan hasil belajar anak.
   Selain itu faktor teman bergaul dan aktifitas dalam masyarakat dapat pula mempengaruhi kegiatan belajar anak. Aktifitas diluar sekolah memang baik untuk membantu anak, jika seorang terlalu banyak melakukan aktifitas diluar rumah dan diluar sekolah, sementara ia kurang mampu membagi waktu belajar, dengan sendirinya aktifitas tersebut akan merugikan anak karena kegiatan belajarnya menjadi tergangu.




C.    Faktor Pendekatan dan Perhatian Belajar
   Pendekatan belajar seperti yang telah diuraikan secara panjang lebar pada Bab sebelumnya disamping faktor Internal dan Eksternal siswa, bagaiman yang telah dipaparkan dimuka faktor pendekatan juga berpengaruh terhadap taraf keberhasilan proses pembelajaran siswa tersebut.
   Teknik Pendekatan Psikologis ini didasarkan pada sifat manusia. yang memiliki derajat, potensi, latar belakang Historis. Serta harapan masa depan yang berbeda-beda karena pada dasarnya, setiap manusia memiliki perbedaan, begitu pula dengan Pendekatan Psikologi seorang guru sebagai pengajar untuk anak didik dan pendekatan orang tua terhadap anaknya untuk menjelaskan suatu mata pelajaran, seorang anak sebaiknya tidak perlu didokrin, namun diberikan pendekatan psikologis untuk membentuk jiwa seorang anak dengan baik dan bertanggung jawab atas tindakannya.
   Perhatian orang tua juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, hal ini tentunya dipengaruhi oleh kondisi, rumah dan keharmonisan keluarga. Dengan adanya perhatian orang tua, maka anak akan merasa diperhatikan dan juga dibutuhkan oleh seorang tuanya, maka anak akan sangat diperhatikan dan mjuga dibutuhkan oleh orang tuanya, sehingga sebagai timbal baliknya maka anak akan memberikan yang terbaik untuk orang tuanya akan ditunjukan melalui sikap dan prilaku juga nilai pelajaran disekolah yang bertujuan untuk memberikan kepada orang tuanya.
D.    Upaya Penanggulangannya
   Pentingnya bimbingan dan penyuluhan disekolah pada saat sangat diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan, karena sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang memberikan  tenaga pembimbing yang profesional, dimana pembimbing tidak hanya menguasai bahan pelajaran, tetapi juga menguasai nilai-nilai yang terdapat dalam pendidikan sehubungan dengan hal tersebut maka siswa dipengaruhi oleh proses pembimbing.
   Diantara pertimbangan pokok yang mendasari pembahasan tersebut adalah persoalan ini merupakan persoalan Esensial, sebab terletak di tangan pembimbing kemungkinan berhasil atau tidak pencapaian belajar, oleh karena itu perlu dilihat bagaimana peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa. Membahas tentang peranan bimbingan dan penyuluhab sekolah tidak terlepas dari proses belajar mengajar antara pembimbing dan siswa bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing, secara definitif bimbingan dan penyuluhan adalah orang yang pekerjaannya mengajar dan mendidik serta sebagai pembimbing, sedangkan siswa atau anak yang sedang belajar.
    Peranan bimbingan dan penyuluhan dalam penanggulangan kesulitan belajar siswa dengan mendapatkan bimbingan yang baik maka siswa tersebut akan mengatasi kesulitan dalam belajar.























ULASAN ATAU TINJAUAN
 
         Dari beberapa Faktor yang mempengaruhi belajar siswa diantaranya Faktor Internal dan Eksternal dapat disimpulkan bahwa Faktor Internal adalah Faktor dari dalam siswa yaitu keadaan atau kondisi Jasmani dan Rohani, sedangkan Faktor Eksternal adalah Faktor dari luar siswa yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa, kedua Faktor diatas dalam banyak hal, acap kali saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lainnya.
         Dan Faktor Internal tesebut dapat  dibagi menjadi dua macam:
1.      Faktor Fisik yaitu Faktor yang bersifat Jasmani, contohnya Faktor Kesehatan.
2.      Faktor Psikis {psikologi}
      Faktor Psikologi yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa namun diantaranya faktor-faktor Rohania siswa.
Dan Faktor Eksternal tersebut dapat dibagi tiga macam;
1.      Faktor Keluarga
   Karena pengertian keluarga ini menunjukan bahwa keluarga merupakan bagian dari masyarakat, bagian ini menentukan keseluruhan  kesejahteraan keluarga.
2.      Faktor Sekolah
   Faktor lingkungan sekolah seperti guru, pegawai administrasi, teman-teman sekolah, dapat mempengaruhi semangat belajar siswa.
3.      Faktor Lingkungan
   Anak yang dibesarkan dilingkungan yang baik, memiliki Intelegensi yang baik.
         Dan Faktor Pendekatan belajar adalah jenis upaya belajar siswa yang meliputi Strategi dan Metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. Salah satunya dengan menggunakan cara Tehnik pendekatan Psikologis yang didasarkan pada sifat manusia yang memiliki derajat, potensi, latar belakang Historis, serta harapan masa dapan yang berbeda-beda karena pada dasarnya manusia memiliki perbedaan.
         Dan perhatian orang tua juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, hal ini tentunya dipengaruhi oleh kondisi rumah dan keharmonisan keluarga, dengan adanya perhatian orang tua maka anak akan merasa diperhatikan dan juga dibutuhkan oleh orang tuanya.
         Dan upaya penanggulangnya dengan cara adanya peranan bimbingan dan penyuluhan kesulitan belajar siswa dengan mendapatkan bimbingan yang baik maka siswa tersebut akan mengatasi kesulitan belajarnya.

  






















KESIMPULAN

1.  Faktor Internal (Faktor dari dalam siswa) yaitu keadaan atau kondisi jasmani.
Faktor Internal ini meliputi :
a.  Faktor Fisik (yang bersifat jasmani).
b.Faktor Psikis (psikologis) meliputi :
-    Faktor Intelegensi
-    Faktor Perhatian
-    Faktor Bakat
-    Faktor Motivasi
-    Faktor Kematangan
-    Faktor Kepribadian
2. Faktor Eksternal (Faktor dari luar siswa) yaitu kondisi lingkungan disekitar siswa.
 Faktor Eksternal ini meliputi :
a.  Faktor Keluarga
b. Faktor Sekolah
c.  Faktor Lingkungan
3.   Faktor Pendekatan belajar yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.
4.  Upaya penanggulangannya
Pentingnya bimbingan dan penyuluhan di sekolah pada saat ini diperlukan untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan.





DAFTAR PUSTAKA

1. Muhidin syah, M, E, d psikologi pendidikan dengan pendekatan baru, penerbit PT.  remaja rosda karya bandung.
2. Arifin. H. Anwar. Ilmu komunikasi, sebuah pengantar ringkas, rajawali pers Jakarta. 1992
3. Adams. D The Anatomy of. Personality, Dauble day new york. 1954
4. Asch, solomone, social Psychology. Prentince-hal, int, new york. 1952